Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Menjadi Pewirausaha, Mengapa Harus Kreatif ?
Senin, 24 Oktober 2011 09:44 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kita sangat perlu mempertimbangkan kreatifitas ketika mencari gagasan bisnis yang tepat. Bukankah pilihan bisnis yang terbaik akan terlihat jelas dan ada dengan sendirinya? Baiklah, mungkin demikian, tapi mungkin juga tidak, tidak ada ruginya membantu mewujudkan semuanya.

Dengan menjadi kreatif kita bisa melihat kesempatan dan menjadi proaktif, bukan reaktif. Segalanya tidak untung-untungan, kita harus menunjukkan semangat kewirausahaan dan mampu mewujudkannya.

Diskusi

Diskusi bisa menjadi metode yang  sangat efektif untuk membangkitkan gagasan jika Anda bekerja dalam kelompok. Mungkin keluarga atau teman Anda akan melakukan diskusi dengan Anda tentang gagasan-gagasan bisnis yang mungkin dilakukan?  Aturannya sangat sederhana – tidak ada gagasan bisnis yang dihambat. Suatu saat nanti gagasan bisnis ini bisa mencetuskan gagasan lain, dan sebagainya. Akan tetapi, yang sangat penting diperhatikan adalah bahwa saat melakukan diskusi tidak ada kritik pada gagasan apapun yang dikemukakan – Anda tidak boleh merusak jalannya diskusi dengan mengejek gagasan orang lain. Seseorang yang gagasannya diejek mungkin akan merasa segan untuk menawarkan gagasannya yang lain.

Bekerja Sendiri

Meskipun demikian, Anda tidak harus memiliki banyak orang untuk menjadi kreatif. Jadi, jangan khawatir jika Anda mencoba mencari gagasan sendiri. Jika gagasan tidak mengalir dengan bebas, ada banyak cara untuk merangsang proses berfikir, misalnya dengan membaca Majalah Wirausaha dan Keuangan ini, membaca buku-buku atau hadir disebuah workshop bisnis dan melihat berbagai informasi yang muncul dengan sudut yang berbeda.

Anda dapat melihat dan menemuka sesuatu yang dapat anda lewatkan sebelumnya.  Kisah-kisah berikut dapat membantu Anda membangkitkan gagasan bisnis jika Anda mengalami kesulitan.

Ria, demikian ia dipanggil, memang sosok yang unik. Lulusan Fakultas Psikologi UGM ini tidak memilih bekerja menjadi karyawan di kantor atau sebuah perusahaan  bonafid, tetapi justru mengurusi petani, dan berbisnis beras. Bekal diterima sebagai karyawan sudah ia miliki. Setidaknya ia cantik, dan memiliki nilai Indeks Prestasi yang lumayan dari sebuah perguruan tinggi ternama di Yogyakarta. 

Memang yang dijual bukan beras semabarangan. Ia menghindari bersaing langsung dengan para pedagang beras yang selama ini ada. Yang dijual adalah beras organik. Beras yang mungkin belum begitu banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia.

Berbisnis beras organik yang kini digeluti Ria sebenarnya hasil dari kontemplasi hidup yang ia lalui. Suatu hari Ria mengunjungi kawasan pertanian di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Ia bertemu petani yang sederhana, namun dalam menyambut tamu yang tak dikenalnya, sungguh luar biasa. Ia menyuguhkan makanan, yang sebenarnya mereka sangat sedikit memilikinya. Sangat tulus. Dan inilah yang membuatnya trenyuh.

“Mengapa tidak ada yang menolong petani. Mengapa mereka hidup dalam keterjepitan karena tidak ada kebijakan yang membuatnya untuk hidup lebih beruntung, karena harga pupuk untuk bertani sangat mahal,” gumamnya.

Mengapa beras organik. Pertimbangannya sederhana. Di Indonesia telah banyak beras organik yang dikonsumsi oleh orang-orang kaya di kota-kota besar di Indonesia, namun bukan bukan diproduksi oleh petani kita.

Belum ada data resmi berapa banyak beras organik yang diimport, namun kenyataan beras-beras organik asal India dan Jepang cukup banyak jumlahnya.

Kedua, harga beras organik  cukup menggiurkan dan banyak peminatnya. Hal itu karena semakin tinggi kesadaran masyarakat, terutama kalangan menengah atas yang memahami kesehatan dengan selalu mengkonsumsi bahan-bahan makanan organik. Bahan makanan organik adalah bahan pangan yang berasal dari pertanian yang memberlakukan pertanian organik yang bebas dari pencemaran serta residu bahan kimia berbahaya, terutama dari pengaruh pestidida.

Ketiga, selama ini system pemasaran beras sangat konvensional. “Dari itu ke itu saja,” ujarnya. Padahal dengan memberlakukan beras sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi maka perlakukan pemasaran harus dikelola secara professional.

Peluang bisnis inilah yang dibidik oleh PT Parama Adhirajasa, selaku produsen beras organik dalam kemasan yang kini tersebar dimana-mana.

Ria kini bahkan memiliki banyak usaha lagi, diantaranya bisnis perdagangan dan property. Semuanya berawal dari ide bisnis yang sederhana.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari