Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bakso Geger Bakso yang Lain dari Semarang
Senin, 30 April 2012 14:07 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Banyak orang menyebut Suratno, dengan sebutan Pak Geger, dan orang –orang sudah sangat tahu yang dimaksud adalah Pak Geger, pemilik Bakso Geger. Sejak tahun 90an memang Suratno sudah berjualan bakso keliling. Bakso keliling Pak Geger sudah banyak langgananannya di daerah sekitar Mintojiwo, Pamularsih, Semarang Barat dan sekitarnya.

Sebagai pedagang bakso keliling, kedatangan Pak Geger sudah ditunggu-tunggu pelanggannya setiap hari.  Rasa Bakso Geger, menurut beberapa pelanggannya rasanya emmang “mak nyus”, dan sangat pas.

Kisah sukses Suratno tidak seperti membalik telapak tangan. Ia benar-benar mulai berjuang dari bawah. Dengan sebuah gerobak bakso ‘Pak Geger’ merintis usahanya. Mulai dari hanya satu rombong dan ia sendiri yang menjalankan gerobak tersebut dengan satu orang karyawan, selanjutnya Bakso Geger mulai berkembang terus. Saat ini sudah ada 10 orang karyawan yang tiap hari melayani para pelanggan. Tempat usaha juga sudah milik sendiri, yang diperoleh dari mengumpulkan sedikit-demi sedikit keuntungan yang di dapat dari berjualan bakso setiap hari.

Dalam menjalankan usahanya, Suratno  dibantu Sudarto, ia adalah orang kepercayaan sekaligus karyawan pertamanya yang terus dipercaya hingga sekarang. Bagi dia, Sudarto tidak dianggap  karyawannya, tetapi sudah dianggap sebagai saudara dan mitra yang sangat dipercaya.

 

Dukungan Bank BRI

Menurut Sudarto, Bakso Geger bisa mempunyai pelanggan yang loyal karena memang rasanya yang pas di lidah pelanggannya. Selain itu ‘harganya juga pas’, dan tempatnya nyaman.

Ia mengaku sebelum mempunyai tempat usaha yang nyaman seperti saat ini, Bakso Geger menempati ruang usaha yang sempit. Jika para pelanggan banyak yang datang bersamaan  tempatnya tidak muat, mereka harus bergantian duduk. Meskipun berdesak-desakan pelanggan masih mau bersabar untuk makan bakso di sini.

            Bila dilihat, pelanggan Bakso Geger sudah mulai berdatangan dari jam 9 pagi hingga jam 21 malam. Apalagi kalau pas jam-jam makan siang, sudah pasti pelanggannya membludak, dan pelanggan berebut tempat duduk. Namun kini tidak perlu kuatir, karena saat ini Bakso Geger sudah membuka cabang. Cabang utama berada di Jalan Mintojiwo, Pamularsih, Semarang Barat, yang telah memiliki lahan parkir yang luas dan tempat usaha yang besar, bahkan rombongan wisatawan dari luar Semarang yang sering mampir dengan menggunakan kendaraan Bus pun bisa tertampung di sini. 

Menurut Ratna Wulandari, putri pemilik Bakso Geger,yang juga sudah dilibatkan oleh sang ayah untuk turut terlibat dalam mengelola usaha, pada hari-hari libur biasanya pengunjung dari luar kota sangat ramai.

Ratna bersyukur bahwa Bakso Geger  bisa terus berkembang seperti saat ini karena loyalitas pelanggan yang terus menikmati rasa khas Bakso Geger. Selain itu dukungan dari Bank BRI juga nyata-nyata telah membantu mempercepat pengembangan usaha Bakso Geger, diantaranya permodalan untuk mengembangkan tempat usaha sehingga lebih luas dan lebih representative. Tempat usahanya tidak sempit seperti sebelumnya. Ratna juga berharap pemerintah mau membantu mempromosikan Bakso Geger sebagai tempat kunjungan wajib wisata kuliner di kota Semarang.

“Tidak lengkap rasanya ke Semarang jika tidak mampir ke Bakso Geger”, ujar Ratna.

 Penuh Perjuangan  

Berkembangnya usaha Bakso Geger  yang dikelola Suratno, tidak lepas dari peran sang istri, Sri Wahyuni. Ia memiliki peran besar karena berada di balik citarasa khas Bakso Geger. Sri Wahyuni sangat mutu baksonya dengan memilih daging segar sebagai bahan bakso. Suratno dan Sri Wahyuni tidak jarang berbelanja sendiri daging sapi pada dini hari, termasuk mendatangi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) demi mendapatkan daging segar. Sri Wahyuni juga tidak segan terjun langsung ke dapur dan meracik bumbu- bumbu demi mempertahankan citarasa khas bakso yang dibuatnya.Penggunaan daging segar inilah salah satu kunci kesuksesan Bakso Geger.

“Kalau daging sapi yang digunakan bahan bakso tidak segar lagi, maka rasa baksonya menjadi hambar dan rasa bakso tidak enak untuk disantap. Makanya bakso Geger selalu menggunakan daging sapi segar agar pelanggan terus ketagihan menikmati Bakso Geger,” cetusnya.

Kendati usahanya telah sukses, Suratno belum berpikir untuk menjalankan usahanya dikembangkan dengan sistem waralaba. Berbagai tawaran kerja sama dari pihak lain untuk membuka cabang di daerah lain masih dikesampingkan dengan alasan ingin menjaga kualitas rasa. Hal ini karena belanja bahan baku seperti belanja daging sapi segar harus benar-benar dipilih dari daging sapi segar, dan hingga saat ini untuk belanja daging sapi masih dilakukan oleh Suratno dan istrinya, Sri Wahyuni.

Mereka beralasan, tidak mau  mengecewakan pelanggan yang menikmati Bakso Geger. Namun secara eksplisit ia ingin juga mengembangkan Bakso Geger lebih besar lagi, dan memiliki cabang di mana-mana.  n

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari