Tanggal Hari Ini : 22 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Sentuhan Rasa dan Suasana Nyaman Membuat Soto Ayam Semarang Pak Man Jadi Spesial
Senin, 30 April 2012 14:14 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Pagi tepat pukul 6.00 WIB, resto Soto Ayam Pak Man yang berada di Jalan Tri Lomba Juang No 20 A Semarang sudah terlihat ramai. Cukup banyak kendaraan yang  datang dan parkir di halaman rumah makan tersebut.

 Rumah Makan Soto Ayam Semarang Pak Man  memang buka setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 21 malam.   Menurut pemiliknya, Yudi Indras Wiendarto, restonya yang menjual menu khusus Soto Ayam dengan merek Soto Ayam Semarang Pak Man ini ramai setiap waktu, dari pagi hingga malam. Bahkan banyak pelanggannya yang sengaja datang pagi-pagi sekali untuk sarapan.

Bagi Yudi, menjadikan Soto Ayam Semarang Pak Man seperti saat ini adalah sebuah proses panjang. Tahun 2009 ketika ia akan membuka usaha soto ayam, keluarga dan teman-temannya banyak yang mempertanyakan niatnya untuk membuka usaha ini. Kok berani-beraninya mau membuka usaha kuliner. Sudah mahfum bahwa risiko bisnis kuliner cukup besar. Namun karena Yudi menggandeng Pak Solikhin sebagai partner bisnis ia yakin usahanya akan sukses. Pak Solikhin ini adalah orang yang sudah sangat ahli dalam dunia persotoan. Bahkan sampai sekarang ia masih tetap terlibat dalam pengawasan menjaga mutu rasa soto ayam yang disajikan setiap hari di resto yang didirikannya.

Partnership yang terjalin antara Yudi dan Pak Solikhin ini mampu mewujudkan sebuah bisnis soto ayam yang patut diperhitungkan. Dari awal usaha,  untuk urusan tempat, peralatan serta manajemen dan promosi menjadi tanggungjawab Yudi, sedangkan  Pak Solikhin bertugas menyediakan menu-menu soto ayam yang khas dan penyajiannya.

 

Mendapat Momentum

Pada masa-masa awal membuka usaha,  belum begitu ramai seperti saat ini. Perlu kesabaran dan ketelatenan untuk meyakinkan pelanggan.  Sampai bulan ketiga omset rata-rata harian hanya berkisar  di tiga sampai limaratus ribuan, namun momentumnya ada pada   bulan ke empat,  tepatnya pada saat hari raya lebaran omzet melejit seperti yang diharapkan.

“Pada saat lebaran di Kota Semarang banyak warung dan resto yang tutup. Pada saat itulah Soto Ayam Semarang Pak Man tetap buka sehingga diserbu pengunjung, dan pelanggannya saat itu sangat ramai. Sejak saat itulah Soto Ayam Semarang Pak Man mulai dikenal oleh banyak pelanggan,” ujarnya.  

Karena pelanggan semakin banyak, serta citarasanya sudah cocok dengan sebagian besar pelanggan yang datang, maka omzet dari hari ke hari juga kian meningkat. Citarasanya mulai disukai banyak pelanggan. Citarasa yang khas tersebut terletak pada rasa kuahnya yang khas dari kaldu ayam.

Setelah restonya semakin ramai pengunjung, Yudi mulai merenovasi tempat usaha lebih baik dan lebih luas agar pelanggan lebih nyaman. Meja dibuat lebih higienis, terbuat dari stainless stell  dan ruangan semakin diperluas. Karena tempatnya yang luas dan nyaman, banyak pejabat penting baik dari pusat maupun daerah mulai sering mampir ke Soto Ayam Semarang Pak Man ini. Bahkan acara seperti arisan dan meeting kantor juga seringkali diadakan di sini. Selain karena tersedia ruangan khusus yang cukup luas, lokasi resto yang berada di pusat kota juga jadi pertimbangan.

Yudi berharap kepada pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kota Semarang untuk turut membantu mempopulerkan Soto Ayam Semarang kepada masyarakat, caranya dengan selalu memperkenalkan dan menyediakan masakan soto ayam khas Semarang pada saat acara resmi pemerintah atau jika ada kegiatan lainnya.

 

Terus Mengembangkan Bisnis

Bisnis Soto Ayam Semarang Pak Man ini adalah satu dari sekian bisnis yang digeluti Yudi. Pehobby olah raga golf, yang juga seorang akuntan ini juga memiliki bisnis lain yang dikelola bersama istrinya, Erni Yulli Damayanti. Ia mengelola usaha beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa daerah di Jawa dan Sumatra, selain itu ia juga memiliki usaha kontraktor, mengembangkan bisnis distribusi aneka snack dan makanan ringan, serta bisnis lainnya.

Menurut Yudi, semua bisnisnya telah berjalan dengan baik, dan dikelola oleh team manajemen professional.  Ia telah merencanakan bisnis secara matang, serta mendelegasikan pekerjaan kepada stafnya secara tepat.

“Saya delegasikan pekerjaan dengan baik, sehingga saya memiliki waktu lebih banyak untuk  mengembangkan bisnis yang lain,” ujar ayah dari Rayhan Dhany Rahardian dan Rifqy Akbar Baskoro ini.

Bagi Yudi langkahnya untuk mengembangkan berbagai bisnis ini didasari oleh keinginan untuk dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat, bukan

mencari keuntungan semata. Menurutnya, semua yang dilakukannya ini adalah sebagai sarana baginya untuk lebih bermanfaat bagi yang lain.

Tidak jarang Yudi mencoba membantu orang lain yang mempunyai potensi untuk berkembang namun terkendala pada ketidaktahuan mereka mengembangkan usahanya, sehingga ia mencoba mengandeng mereka supaya bisa lebih berkembang.  Terlebih dalam mengembangkan bisnis Yudi juga memanfaatkan produk jasa keuangan dari Bank BRI untuk mengembangkan dan memperbesar usaha yang didirikannya.  n    

 

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari