Tanggal Hari Ini : 21 Oct 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Gairah Melukis di Kaca
Kamis, 03 Mei 2012 10:58 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Salah satu cinderamata yang sangat spesifik asal Cirebon, Jawa Barat  adalah produk seni lukis kaca. Seni lukis kaca Cirebon memiliki keunikan yang tiada bandingnya,  karena dilukis secara terbalik. Seni lukis kaca Cirebon diakui para pemerhati seni lukis merupakan bentuk seni lukis yang rumit dan seniman yang menjalankannya memerlukan kreatifitas yang sangat tinggi untuk menghasilkan setiap karyanya.

Salah satu ciri yang spesifik dari seni lukis kaca Cirebon adalah adanya bentuk lukisan dengan gradasi warna yang halus dan lembut. Gradasi warna yang halus  itulah yang membedakan seni lukis kaca Cirebon dengan lukis kaca dari daerah lainnya di Indonesia.

Beberapa motif lukis kaca Cirebon memiliki motif mega mendung, motif wadasan, motif wayang cirebonan, motif paksi tapak liman, dan bahkan kini para pelukis kaca juga banyak yang mengembangkan motif aneka dekoratif kaligrafi Al Quran, dan bentuk lukisan kontemporer lainnya.  

Salah satu pelukis kaca yang cukup dikenal di Cirebon adalah Haji Winta (81). Ayah 15 putra  yang juga purnawirawan polisi ini menekuni bisnis lukis kaca Cirebon sejak tahun 1987. Kegiatan melukis kaca merupakan kegemaran sekaligus eskpresi kecintaannya kepada kebudayaan Cirebon.

Untuk mengembangkan usaha seni lukis kaca, dibantu dua anaknya, Memet dan Sujana, Haji Winta mendirikan sanggar Kencana (Kerajinan Kaca Ana) yang beralamat di Desa Jadi Mulya, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Di sanggar inilah H. Winta menggoreskan ekpsresinya membuat aneka lukisan di media kaca. Beberapa lukisan yang sering dibuat adalah lukisan wayang yang merupakan pesanan para pelanggan.

 

Melestarikan Budaya Cirebon

Meski usianya sudah terbilang sangat tua, namun Haji Winta tetap antusias menyelesaikan setiap lukisan setiap harinya. Dalam seminggu, Haji Winta masih dapat menyelesaikan 3-4 lukisan. Namun jika ada pesanan ia masih mampu melukis dengan cepat. Harga setiap lukisan yang dihasilkan bervariasi,  dari Rp400ribu hingga Rp1juta per buah, namun jika ukurannya lebih besar harganya berkisar antara Rp1,5juta hingga Rp2juta per buah. Harga tersebut belum termasuk ongkos pengepakan dan ongkos kirim yang akan dibebankan kepada pembeli.

Para kolektor lukisan kaca memang masih terbatas, namun menurut H Winta peminatnya sudah mulai tersebar d berbagai kota-kota besar di Indonesia dan semakin banyak. Terbukti pada masa-masa tertentu pemesan lukis kaca bisa mencapai 10-15 buah per bulan. Sebagian besar lukisan kaca ditempatkan sebagai hiasan rumah pribadi, namun kini juga mulai banyak yang memasang sebagai pajangan yang indah di kantor-kantor. Pada saat-saat tertentu sanggar Kencana juga kerap mengikuti berbagai pameran seni lukis kaca di berbagai daerah.

Haji  Winta merupakan nasabah Bank BRI, dan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Bank BRI melestarikan budaya lokal serta turut mengembangkan usahanya, sanggar Kencana yang dikelola Haji Winta turut digandeng sebagai mitra binaan, dan diajak turut serta mengikuti berbagai pameran yang disponsori Bank BRI, misalnya diajak dalam pameran Inacraft (International Handicraft Trade Fair) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Melalui pameran Inacraf inilah produk-produk lukisan kaca Haji Winta dikenal luas oleh masyarakat se Indonesia, bahkan pesanan cukup banyak diperoleh dalam pameran tersebut. Dukungan Bank BRI sangat membahagiakannya.

Jika berminat memiliki lukisan kaca asli Cirebon, dapat menghubungi Sujana di telepon 087729329883, atau Memet di 0818430926.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari