Tanggal Hari Ini : 22 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kegigihan Kokom Mengembangkan Bisnis Kerajinan Wayang Golek
Jumat, 04 Mei 2012 16:16 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Wayang golek memang sudah jarang dipanggungkan, tetapi sebagai cindera mata, wayang golek semakin banyak jumlahnya. Peluang ini yang membuat Cecep Suparma (56) dan istrinya, Kokom (45), keluarga perajin wayang golek ini semakin mantap untuk tetap bertahan di bisnis kerajinan ini. Bahkan lebih bergairah lagi untuk mengembangkannya.

Berbeda dengan perajin boneka atau patung yang banyak saingannya, menjadi perajin wayang golek, masih sangat sedikit jumlahnya, jika tidak mau disebut langka. Perajin wayang golek juga harus memahami seluk beluk dan karakter wayang golek yang dibuatnya, bahkan  ciri-ciri khusus dan perbedaan detailnya. Ketelitian dan kejelian sangat  menentukan dalam pembuatan kerajinan wayang golek, termasuk ukuran, bentuk, dan warna. Karena itu Cecep memiliki buku panduan khusus untuk memproduksi wayang golek yang dibuatnya.

Karena tidak semua orang mampu terjun dalam pembuatan kerajinan wayang golek, maka mencari perajin ini termasuk langka. Cecep, dan istrinya, Kokom, semakin menyadari bahwa produk-produknya adalah produk kerajinan yang langka.  Ia kemudian mengajak istrinya untuk terjun dalam bisnis ini dengan sepenuhnya, karena selain akan melestarikan kebudayaan masyarakat Priangan dengan wayang goleknya, pekerjaan ini juga memberikan hasil yang cukup untuk hidupnya. Jika semula bisnis ini hanya sebagai sampingan, kini benar-benar menjadi bisnis yang menjadi tulangpunggung keluarga.

Modal awal yang pernah dikeluarkan sebesar Rp500ribu untuk membeli  kayu albasia, kain, cat, serta peralatan lainnya, rupanya tidak cukup untuk mengembangkan bisnis lebih besar lagi, karena semakin banyak pemesanan yang perlu diselesaikan.

Penjualan secara langsung di berbagai lokasi wisata, seperti di Kawasan Puncak atau Kawasan Cipanas, bahkan di Kota Bandung kerajinan wayang golek semakin banyak peminatnya. Pembelinya semakin banyak dan hal itu membuatnya makin bersemangat.

Hal yang menggembirakan adalah, kini toko-toko souvenir sudah banyak yang memesan untuk menjual wayang golek produknya. Awalnya system penjualan kepada toko-toko souvenir dilakukan secara konsinyasi, tetapi karena keterbatasan modal ia memberlakukan system beli putus.Tak hanya melayani pesanan dari toko-toko souvenir dari sekitar Jawa Barat, Cecep pun mulai banyak menerima permintaan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

Bank BRI lah yang pertama mendukung pendanaan usahanya. Dengan jaminan surat tanah Cecep mengajukan kredit untuk mendapatkan modal tambahan. Mula-mula jumlahnya tak seberapa, tetapi seiring dengan berkembangnya usaha jumlah pinjaman juga semakin meningkat. Terakhir, tahun 2009 lalu, Kokom meminjam kembali pada Bank BRI Cabang Cipatat, Bandung Barat sebesar Rp 4 juta untuk menambah modalnya.

Dengan pinjaman tersebut, Kokom mengaku lebih leluasa memproduksi wayang golek untuk memenuhi permintaan pelanggan. Kini dalam sebulan Cecep dan Kokom mampu memproduksi wayang golek sebanyak 50  buah wayang ukuran kecil dan 30 buah wayang ukuran besar. Semuanya habis terjual, yang paling banyak dipesan adalah wayang ukuran kecil dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 125 ribu per buah. Omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp6juta per bulan.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari