Tanggal Hari Ini : 22 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Geliat Kehidupan Pasar Tanah Abang Dari Zaman ke Zaman
Jumat, 25 Mei 2012 14:41 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Siapa yang tidak mengetahui Pasar Tanah Abang Jakarta? Hampir setiap orang pasti mengetahui pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara ini. Pasar yang sudah berdiri sejak tahun 1735 ini berlokasi dekat dengan jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat.  Dahulu, pada zaman Penjajah VOC,  Pasar Tanah Abang diijinkan beroperasi oleh pemerintah Hindia Belanda hanya hari Sabtu dan hanya khusus menjual barang tekstil, klontong, dan sedikit sayuran dengan bangunan pasar hanya berupa bedeng bambu dan beratap rumbia. Alat tukar yang digunapun beragam, selain menggunakan mata uang Cina (gobong) yang terbuat dari tembaga kuning berlubang di tengahnya, transaksi juga menggunakan mata uang Jepang, Turki, Perancis yang beredar di Jakarta waktu itu namanya masih Batavia.

Banyaknya mata uang yang beredar memunculkan bisnis transaksi jual beli mata uang asing di pinggir jalan atau kali. Setelah penjajahan Belanda makin mencerngkeram kuat di Batavia, penarikan pajak pasar tidak lagi diborongkan kepada orang-orang Cina, tetapi langsung melalui aparat Pemerintah Hindia Belanda  serta pajak tak resmi yang dipungut preman di sana.

 

Ribuan Pengunjung

Seiring dengan berkembangnya Pasar Tanah Abang, kawasan ini sering dijadikan lahan rebutan mencari makan. Silih berganti kelompok preman berkuasa di tempat itu. Sekarang Pasar Tanah Abang dikenal sebagai pusat grosir terbesar di Indonesia serta merupakan penyalur tekstil utama ke berbagai wilayah di Indonesia.

Setiap harinya pasar ini dikunjungi oleh ribuan pengunjung. Mereka rata-rata merupakan pedagang lokal dari berbagai kota di Indonesia serta pedagang luar negeri dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darusallam, Thailand serta beberapa negara Afrika.

Berdasarkan informasi yang diperoleh majalah WK, Pasar Tanah Abang setiap hari dikunjungi tak kurang dari 15 ribu pengunjung, dengan jumlah pedagang (yang terdata hingga akhir tahun 2002) sebanyak  5.500 pengusaha yang berdagang tekstil sebanyak 1.831 orang dan pedagang pakaian 2.878 orang dan sisanya adalah berdagang lain-lain lainnya. Jumlah tersebut belum termasuk pembantu kios yang masing-masing kios dapat memiliki 2 hingga 10 orang tenaga kerja.

 

Lebih Modern

Februari 2003 sebagian Pasar Tanah Abang terbakar. Namun seperti yang  terjadi pada tahun-tahun  lalu, usai terbakar langsung direnovasi kembali dan tahun 2005 lalu sebagian lokasi Pasar Tanah Abang  yang terbakar dibuka kembali dengan bangunan yang lebih megah dan modern, dengan nuansa bangunan Timur Tengah. Kesan kumuh, panas dan padat sudah tidak lagi melekat di pasar yang kini dikenal dengan nama Pasar Tanah Abang Blok A.

Pasar Blok A Tanah Abang ini dibangun di atas tanah seluas 151.202 meter persegi. Pada bangunan 19 lantai ini tersedia 12 lantai khusus kios penjualan,  149 eskalator, empat unit lift penumpang (capsule), empat unit lift biasa maksimal 32 penumpang, delapan unit lift barang dengan kapasitas 1.000 dan 2.000 kg, AC central.

Menurut Chief Advertising PT. Primanaya Media Promosi, pengelola  Pasar Tanah Abang Blok A, Debora Aryesi, untuk menjaga kenyamanan pengunjung Pasar Tanah Abang Blok A, kini di setiap lantai sudah dicantumkan denah lokasi masing-masing outlet, serta dibagian lantai paling atas  didirikan masjid yang mampu menampung dua ribu jemaah, pada lantai delapan juga ada  foodcourt, lantai tujuh grosir sepatu dan tas, lantai enam grosir butik fashion, lantai lima grosir butik busana muslim, lantai 3A grosir busana pria dan perlengkapannya, lantai 3 grosir tas, aksesoris dan imitasi, lantai dua grosir fashion dewasa dan batik, lantai satu grosir pakaian dalam dan jeans, lantai G grosir pakaian anak dan dewasa, lantai LG grosir busana muslim dan perlengkapan ibadah, lantai SLG grosir fashion remaja dan busana muslim serta B1 dan B2 grosir tekstil dan kebutuhan interior rumah.

Untuk mencapai kesemua lantai tersedia dua fasilitas. Bila memang ingin melihat-lihat sebuah toko dapat  menggunakan eskalator yang mudah ditemukan. Tetapi bila kita sudah memiliki langganan tertentu atau malas menggunakan eskalator dapat menggunakan lift yang terletak di tiga sisi gedung yakni di bagian tengah, kiri dan kanan.

Malas membawa uang tunai, tidak perlu khawatir karena di dalam pasar tersedia mesin ATM yang mudah ditemukan. Bila tersesatpun tidak perlu khawatir, karena petunjuk-petunjuk lengkap terpampang serta terdapat cukup banyak security di setiap lantainya. Sedangkan untuk toiled, tersedia banyak toiled dengan kondisi yang cukup bersih jauh dari kesan kumuh.

 

Harga Bervariasi

Meski dibangun dengan sentuhan modern, harga yang ditawarkan Pasar Tanah Abang Blok A relatif sama dengan pasar tradisonal di Blok lainnya. Di pasar ini tersedia segala macam pakaian yang dijual secara eceran dan grosiran. Harganyapun bervariasi, mulai dari lima ribu hingga jutaan rupiah.Menurut Debora yang paling banyak di jual di Pasar Tanah Abang Blok A adalah ekstil, garmen muslim dan batik.

Jika barang belanjaan khusus didagangkan lagi baiknya membeli dalam jumlah grosiran karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan membeli secara eceran. Namun bila ingin membeli pakaian kualitas butik, Debora menyarankan  dapat mengunjungi lantai lima atau lantai enam.“Harganya  lebih mahal, tetapi kualitas bahan dan disainnya memang lebih baik jika dibandingkan dengan harga yang ditawarkan di lantai dua atau satu. 

Seperti Stella, ibu rumah tangga asal Jatiasih, Bekasi ini lebih memilih berbelanja di lantai lima dan enam. Menurut Stella, bahan dan model yang dijual di lantai lima atau lantai enam lebih bagus meski harganya relative lebih mahal. Tetapi ia puas.“Kalau belinya dalam jumlah banyak,  harga masih bisa lebih murah,” ujarnya.

Sedangkan bila ingin mencari kain, bisa langsung mengunjungi lantai paling dasar, yakni lantai B1 dan B2. Di sini anda akan menemukan berbagai jenis tekstil dengan berbagai motif dan corak.  Tidak hanya kain untuk kebutuhan sandang, namun juga dapat menemukan kain untuk korden atau sofa. Harga yang ditawarpun bervariasi mulai dari yang murah hingga yang mahal sekalipun.

Bervariasinya harga yang dipasarkan oleh para pedagang Tanah Abang menurut Debora dikarenakan hampir 60 persen pemilik toko di Pasar Tanah Abang Blok A sudah memiliki konveksi sendiri. Tak heran kalau pasar ini selalu dipadati oleh pengunjung mulai dari pedagang hingga konsumen langsung.

 

Berskala Internasional 

Pasar Tanah Abang  merupakan pasar berskala internasional karena pengunjungnya selain dari pedagang lokal asal Sumatera, Balikpapan, Makassar, Surabaya, dll juga tidak sedikit pedagang dari luar negeri.

Biha, pedagang asal Bangka keturunan India yang membeli barang dagangannya di Pasar Tanah Abang. Ia biasanya tinggal menelpon pemilik toko di Tanah Abang untuk dikirimkan produk yang dipesan. Tetapi karena kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta ia menyempatkan ke Pasar Tanah Abang Blok A sambil   melihat-lihat barang baru.Lain lagi dengan Isye, ibu rumah tangga asal Bekasi, ia selalu berbelanja di Pasar Tanah Abang Blok A dengan alasan selain nyaman ber AC, harganya yang relative murah.

“Seperti sekarang ini saya membeli baju untuk seragam pengajian . Kalau membeli banyak harganya jauh lebih murah dibandingkan beli eceran. Satu baju bila membeli grosiran hanya Rp50 ribu tetapi bila beli eceran bisa sampai Rp100 ribu. Kualitasnya juga tidak mengecewakan. Saya sudah mempunyai langganan sendiri di sini,”akunya.

Sedangkan Suadah, wanita asal Lampung ini memilih berbelanja di Pasar Tanah Abang dengan alasan lebih murah. “Sayakan pedagang baju kelliling di Lampung. Jadi saya kalau baju sudah habis terjual saya ke Tanah Abang untuk membeli baju lagi. Minimal saya membeli setengah lusin per model untuk mendapatkan harga yang murah,”ujarnya.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari