Tanggal Hari Ini : 15 Sep 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Pasar Tanah Abang Pedagang dengan Multi Etnis
Jumat, 25 Mei 2012 15:10 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Pasar Tanah Abang Blok A merupakan pusat perdagangan multi etnis. Pelaku bisnis di kawasan itu diantaranya Suku Minang, Etnis Tionghoa, Para Saudagar dari Jawa Barat, serta Jawa. Berdasarkan pemantauan majalah WK, sebagian besar pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A adalah etnis Tionghoa. Mereka rata-rata menjual pakaian wanita, tas, sepatu bahkan pakaian muslim.

Selain Blok A, di Pasar Tanah Abang juga ada Blok F yang letaknya tidak jauh dari blok A. Situasinya lebih ramai dan sesak dibandingkan Blok A karena kebanyakan yang berbelanja adalah para pedagang. Mereka menjual secara grosiran, dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan Bloka A.

Sejak  April 2010 lalu juga telah dibuka Pasar Grosir Blok B, letaknya  berseberangan langsung dengan Blok A. Pasar Grosir Blok B ini dibangun 17 lantai, bangunan terbagi menjadi 10 lantai perdagangan, dan tujuh lantai area parkir yang mampu menampung sekitar 1.500 kendaraan. Untuk mempermudah mobilisasi pengunjung antara satu lantai dengan lantai lainnya, tersedia 22 lift dan 163 eskalator.  Dilantai lower ground (LG) terdapat Atrium Inner Court berbentuk setengah lingkaran sebagai paru-paru bangunan, serta sebuah super hall yang berfungsi sebagai area pameran.

Meski telah tersedia kios-kios yang nyaman di dalam  Pasar, sebagian pedagang grosir yang tidak memiliki modal cukup untuk menyewa kios mendirikan usaha kaki lima di Kawasan Pasar Tanah Abang, seperti yang dilakukan Andi, pedagang grosir pakaian anak-anak . “Kalau menyewa di dalam saya tidak punya modal cukup, harga sewanya lumayan besar, jadi saat ini saya lebih memilih dagang kaki lima saja,”tuturnya.

Namun bagi Toni pemilik toko sepatu Ekomode,  yang banyak pelanggannya dari luar daerah dan luar negeri seperti, memiliki toko adalah keharusan, meskipun sewanya cukup mahal. Toni sendiri tidak hanya memiliki satu toko tetapi ada dua yang terletak di lantai tiga dan tujuh.“Kalau hanya satu toko kita akan kalah bersaing, apalagi biasanya pembeli tidak hanya datang pada satu toko saja,”paparnya.

Toni mengaku dirinya membeli toko dengan cara mencicil selama dua tahun. Ia  membeli empat pintu di diskon sampai 50 persen. Setiap bulan ia juga harus membayar biaya kebersihan besarnya Rp 600 ribu untuk satu pintu,  diluar  biaya listrik.Begitu juga dengan Wanto yang staf Toko Tas Ninna mengungkapkan, bosnya memiliki dua toko. Setiap bulan, menurutnya, bosnya mencicil sebesar Rp 14 juta selama lima tahun. Toko Tas Ninna menjual produk tas khusus buatan China.

Nurmaini, pemilik Toko Distro Silly Billy yang menjual produk konveksi asal China ini memiliki  enam toko empat di Pasar Tanah Abang Blok A dan dua di pasar Blok F Tanah Abang. Menurut Nurmaini pembelinya saat ini lebih banyak di Pasar Blok A, mungkin selain harganya relative sama, suasanya lebih nyaman,”paparnya. Sedangkan untuk harga sewa toko, Nurmaini mengaku sudah membeli seharga Rp 900 juta dengan cara mencicil selama lima tahun. Dari omset yang ia  dapat, sejauh ini masih cukup untuk menutupi biaya cicilan.

Jangan Beradu Harga di Zona Merah

Rusdi Ahmad Baamir,  pemilik batik Salsa yang memiliki 11 toko di Pasar Grosir Tanah Abang Blok A memberi saran kepada para pebisnis baru agar menghindari perang harga dan beradu harga di zona merah. Menurutnya, Pasar Tanah Abang adalah pasar zona merah yang sangat ketat persaingannya. Ia menyarankan pemilik bisnis atau pemilik butik baru yang memiliki produk unik  menganjurkan kepada para pebisnis baru untuk membuka toko di rumah atau di pasar dekat rumah.

“Kalau langsung membuka toko di Tanah Abang yang ada nanti uang yang diperoleh hanya habis untuk membayar sewa saja sementara pembelinya tidak seberapa. Buat jaringan pasar terlebih dahulu baru kalau sudah mempunyai langganan tetap membuka di Pasar Tanah Abang,” cetusnya.Strategi ini menurut  Rusdi akan dapat memutar modal lebih baik.Hal senada juga dipaparkan oleh Toni, pemilik toko sepatu Ekomode.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari