Tanggal Hari Ini : 22 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kisah Sebuah Bisnis Buka Singkat, Habis Lebih Cepat
Jumat, 08 Juni 2012 17:07 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Bubur Ayam Palapa Buka 4 Jam Omset Rp5 Juta

Jangan anggap remeh bisnis kaki lima. Jika produknya sudah mendapat hati para pelanggannya, bisnis kaki lima  bisa menjelma menjadi sebuah mesin bisnis yang mengiurkan. Itu sudah dibuktikan oleh pedagang bubur Ayam Palapa yang setiap hari berjualan di dekat lapangan Palapa Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Berjualan sejak pukul 5.30 WIB sampai jam 8.30 pagi mereka tidak pernah sepi pembeli. Dari hasil pantauan majalah WK yang juga sempat merasakan nikmatnya bubur ayam palapa ini, pembeli silih berganti berdatangan. Rata-rata mereka bahkan nambah dengan minta di bungkuskan untuk anggota keluarganya yang lain sepertinya.

“Mau yang lengkap atau biasa”, itulah respon pertama dari crew yang melayani pemesan bubur. Sepertinya orang-orang tersebut sudah biasa sarapan bubur di situ. Kursi yang disediakan yang ditata berderet  menghadap meja panjang dengan view lapangan sepak bola di Kawasan Kompleks Perumahan, Palapa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan merupakan penataan khas pedagang PKL, tidak pernah kosong.

Setelah ada pelanggan berdiri selesai makan pasti selalu ada yang duduk mengisi. “kami biasanya melayani pembeli antara 500 sampai 600 porsi setiap hari,” ujar pedagang Bubur yang kami wawancarai. Dengan harga rata-rata tujuh ribu rupiah plus lauk sate dan minumnannya berarti setiap hari rata-rata omset bubur ayam tersebut mencapai  lima juta perhari, ee salah per 4 jam. Anggaplah persiapan pembuatan bubur juga dihitung selama 4 jam juga, artinya total jam kerja pedagang bubur tersebut adalah 8 jam.

Kondisi bisnis seperti inilah yang diingginkan oleh banyak para pembaca. Ada beberapa hal yang peru diperhatikan oleh para pebisnis terutama pebisnis pemula apabila ingin mencapai titik kondisi seperti pedagang bubur ayam Palapa tersebut. Pertama, mereka membuat sebuah produk yang nikmat dan sudah ada pasarnya. Artinya kebanyakan dari masyarakat kita terutama masyarakat Jakarta atau Betawi kalau pagi-pagi memang nggak lengkap kalau nggak makan bubur ayam. Kebiasaan tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan yang lama kalau ada produk yang rasanya sudah cocok. Kedua, Pelayanan yang luar biasa ramah. Hampir semua pelanggan sudah di kenal oleh pedagang tersebut, sehingga menciptakan suasana yang berbeda. Ketiga, konsistensi akan produk. Sehingga masyarakat tidak kebinggungan.

 Bakso Rahayu 600 Porsi Sudah Biasa

Hampir sama seperti penjual bubur  ayam laris,  bisnis makanan yang tak kalah  ‘gurihnya’ adalah bisnis bakso.  Jenis makanan ini tak kalah banyak pengemarnya dengan produk kuliner lainnya. Seperti yang di jumpai oleh tim WK, Bakso Rahayu, Komplek Rawa Bambu , Pasar Minggu, Jakarta Selatan setiap hari hanya buka dari jam 16.00 sampai jam 21.00, atau bahkan tutup sebelum jam 21.00 WIB, artinya maksimal jam bukanya hanya 5 jam saja setiap hari,  namun memiliki omzet yang  luar biasa.

Setiap hari pemilik usaha usaha rtersebut mampu menghabiskan 600 porsi bakso. Apabila harga bakso 7000 rupiah per porsi plus teh botol Rp3000 sebagai teman minumnya maka omset setiap harinya mencapai Rp5,4 juta. Dalam menjalankan usahanyapun tidak memerlukan pegawai yang banyak, cukup sang pemilik di bantu istrinya. Dari hasil usaha bakso tersebut ia mampu membiayai anaknya untuk kuliah.  Menurut sang pemilik, ia sudah cukup lama berjualan di kawasan ini  sehingga pelanggannya sudah cukup banyak. Namun yang menjadi catatan Majalah WK adalah bahwa memang rasa yang di suguhkan pemilik Bakso Rahayu, Rawa Bambu memang luar biasa sehingga membuat para pelanggannya balik lagi untuk membeli.

 Bisnis Tahan Krisis

Bisnis makanan merupakan salah satu  bisnis paling purba. Bisnis yang sejak jaman dulu sudah ada. Masa sekarangpun banyak yang masih yakin akan prospek bisnis kuliner. Di samping karena jumlah manusianya yang terus meningkat, juga terbentuk sebuah pola kebiasaan baru, terutama masyarakat perkotaan. Kebiasaan  mengkonsumsi makanan di luar rumah dan tidak adanya waktu  untuk  memasak membuat peluang bisnis kuliner semakin menantang.

Karakter penting bisnis ini adalah  jarang bisnis kuliner memakai system pembayaran mundur atau konsinyasi. Hampir pasti bisnis kuliner pembayarannya cash. Sehingga apabila kita sudah mampu mendapatkan pelanggan tetap dengan jumlah yang lumayan banyak berarti kita sudah mampu menciptakan sebuah mesin bisnis yang sustainable.

Ciri utama bisnis  kuliner yang  telah berjalan dengan baik secara umum adalah terciptanya pasar yang besar bagi produk kita. Pasar yang besar merupakan sebuah peluang bagi kita untuk bisa membesarkan produk yang kita miliki.Bagi perusahaan besar yang berbasis industri, besarnya pasar adalah suatu hal yang mutlak, sehingga tidak jarang mereka akan membuat program bahkan berinvestasi untuk menciptakan dan membentuk pasar, karena besarnya pasar merupakan sebuah jaminan produk kita bisa terserap pasar. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari