Tanggal Hari Ini : 22 Oct 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Membiakkan Bisnis Agar Menjadi Mesin Uang
Jumat, 05 Oktober 2012 14:45 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Membuat bisnis agar menjadi mesin uang adalah cita-cita semua pebisnis. Cita-cita ini tidak serta merta membuat Cak To gelap mata dengan menghalalkan segala cara. Justru sebagai mesin uang, ia harus merawatnya, memanagenya, serta membangun image positif secara terus menerus. Ia sadar persaingan bisnis di dunia bakso sangat keras. Namun pengalamannya yang bertahun-tahun mengelola sendiri usaha baksonya, adalah kekuatan tersendiri. Ia tahu apa yang harus ia lakukan sebagai pengusaha bakso. Karena itu kepada mitra yang ingin bekerjasama, ia menganjurkan calon mitranya untuk datang dan melihat sendiri bagaimana ia mengelola usaha Bakso Kuto Cak To di Jln Pahlawan (Depan GOR Sidoarjo), Sidoarjo, Jawa Timur sebelum mengikat akad
kemitraan.

Bukan perkara mudah bagi Bakso Kuto Cak To untuk mengajak para calon mitra, apalagi sekarang ini masyarakat dihantui rasa trauma dalam memilih bisnis franchise. Banyak sekali kejadian yang sudah memakan korban dalam bisnis franchise. Mulai dari Franchisornya yang lepas tangan setelah franchisee membeli bisnisnya dan sama sekali tidak ada perhatian, atau franchisornya hanya mengobral janji-janji manis belaka, yang ujung-ujungnya begitu duit masuk sang franchisor langsung hilang. Banyak juga saat ini bisnisnya belum jelas sudah ditawarkan ke investor, atau systemnya baru kemaren sore sudah berani klaim bisnisnya anti rugi. Cara-cara ini, diakui oleh banyak calon mitra bisnis sebagai cara gelap mata.

Mau kaya dengan enak. “Bisnisnya belum teruji, sudah mengajak orang lain untuk bergabung. Kami tidak mau seperti itu,” cetus penerima Indonesia Small Medium Entrepreneur Award (ISMBEA Award) 2008 lalu di Jakarta. Datang dan Lihatlah Menyadari kondisi masyarakat saat ini yang banyak dirugikan oleh ulah-ulah pemain bisnis franchise, Bakso Kuto Cak To mempersilahkan bagi calon mitra untuk lebih dekat dan mengenal terlebih dahulu siapa Cak To, Outletnya di mana, rasa baksonya seperti apa, berapa pengunjungnya dalam sehari. Langkah tersebut Cak To ambil,karena ia ingin bahwa para mitra nantinya tahu bahwa konsep bisnis yang ia kembangkan nantinya seperti apa.

Bagaimanapun juga sang mitra juga harus paham dan mengerti tentang bisnisnya. Sehingga nantinya menambah keyakinannya bahwa bisnis ini tidak akan lekang dimakan jaman dan peluangnya sangat menjanjikan. Dalam menjalankan bisnisnya, Cak To tidak semata-mata ha-nya berorientasi pada profit saja, banyak misi sosial yang ingin ia jalankan. “Ini kaitannya sebenarnya kita kan hidup sebagai mahkluk sosial, dengan membuka usaha berarti kita dapat menyerap tenaga kerja, minimal mengurangi pengangguran. Dan lagi bakso kita ini bakso sehat, makanan kita tanpa pengawet dan pewarna berbahaya, dan tanpa MSG, karena banyak orang yang hanya
mengejar keuntungan, kesehatan banyak orang dikesampingkan,” ujarnya.

Idealisme ini dipatrikan oleh Cak To melalui merek dagangnya, yaitu Bakso Kuto Cak To. Banyak yang menduga nama Bakso Kuto itu identik dengan istilah Kuto=Kota, padahal artinya Kuto adalah singkatan dari Kuat dan Top. Ini filosofi dasar yang ingin ia kenang terus menerus sebagai pewirausaha. “Sebagai pebisnis, saya harus menciptakan produk yang kuat dan top, kuat rasanya, top rasanya, kuat bisnisnya dan juga top bisnisnya. Istilahnya, rasa baksonya kuat dan top habis karena perpaduan dua kutub rasa bakso, Malang dan Solo, “ ujar lelaki kelahiran 1 januari 1975 ini.

Setelah 5 tahun usahanya berjalan, Cak To kini bersama istrinya, Ervianty Yulia, memiliki banyak waktu untuk melihat-lihat ‘mesin uang’ yang telah diciptakannya. Sesekali ia jalan-jalan mengawasi gerai-gerai milik mitra di berbagai kota sembari berwisata, sesekali datang ke gerai-gerai sambil menanyakan kepada pelanggan apa saja layanan yang perlu diperbaiki, dan waktunya untuk mengeks-plorasi menu-menu baru kini lebih banyak sehingga akan lahir inovasi-inovasi baru Bakso Kuto Cak To setiap saat.

Semua kini sudah tersistemisasi. Langkahnya untuk mengembangkan Bakso Kuto Cak To ke berbagai daerah tinggal menunggu waktu saja, mungkinkah itu salah satu mitranya adalah anda?.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari