Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Ahmad Abdul Hwwadi,Usaha Ekspor Buah
Selasa, 09 Oktober 2012 11:46 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Usaha ekspor buah, kenapa tidak? Banyak orang yang beranggapan menjadi ekportir buah sulit dan merepotkan. Terlebih jika ada yang menakut-nakuti dengan mengatakan urusan pe-ngiriman barang dan cargo ke luar negeri sangat ribet. Belum lagi risiko rusak, busuk, dan berbagai kesulitan lainnya. Indonesia memiliki beragam buah lokal dan tidak dimiliki negara lain, seperti buah manggis, buah mangga, pisang, nenas, pe-paya, rambutan dan beberapa buah lainnya. Peluang ekspor produk-produk tersebut cukup besar, namun sayangnya
belum banyak yang berani melakukannya.

Hal inilah yang membuat Ahmad Abdul Hadi (27) Alumnus Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Cirebon, Jawa Barat ini bersemangat menjadi eksportir buah. Meski mendapat pembeli di luar negeri tidaklah semudah yang dibayangkan, karena belum memiliki pengalaman. Sebagian besar pedagang buah, seperti dirinya, hanya puas menjadi supplyer bagi eksportir lain yang berada di Jakarta. Tahun 2008, Ahmad mengawali debutnya sebagai  eksportir buah. Melalui internet, ia mencari pembeli luar negeri yang berminat membeli produknya. Setelah melihat dan membandingkan harga, ternyata harga pasar buah di luar negeri cukup bagus.

Ia tertarik untuk mengirim langsung kepada calon pembeli tersebut. Sebagai penerus usaha ayahnya, yang telah berpengalaman sebagai supplyer buah lebih dari 37 tahun, Ahmad ingin tidak hanya menjadi pebisnis buah di tingkat lokal, tetapi juga menjadi supplyer buah di tingkat internasional. Persiapanpun dilakukan, mulai dari  mendisain packaging yang full colour, melakukan grading, mempercantik produk, mencantumkan barcode dalam kemasan dan packagingnya, serta memberikan informasi produk di dalam label.

“Jika dulu packaging menggunakan peti kayu, kini menggunakan packaging dari kertas karton yang full colour sehingga terlihat lebih segar dan elegan,” ujarnya. Proses pasca panen buah sangat diperhatikan agar buah tidak cepat rusak. Bahkan untuk proses pemetikan buah, Ahmad telah memiliki standar khusus. Buah tidak boleh dipetik terlalu matang, dan juga tidak boleh dipetik terlalu muda, karena akan mempengaruhi kualitas buah jika sudah sampai ke pelanggan. Terbukanya Peluang ekspor Informasi peluang ekspor datang pertama kali dari kenalan lama ayahnya di Singapura.

Singapura adalah tujuan ekspor buah mangga gedong gincu, karena warganya sangat menyukainya. Meskipun cukup banyak mangga asal Thailand, tetapi mangga gedong gincu tetap menjadi primadona. Tahun 2008, pengiriman ekspor pertama ke Singapura pun bisa dilakukan, meski dalam jumlah kecil. Namun pada tahun kedua jumlah buah mangga yang diekspor ke Singapura dan Malaysia lebih banyak lagi, dan ekspansi eksporpun lebih meluas hingga ke Kawasan Timur Tengah. Untuk mempercepat distribusi produk ekspor, Ahmad membagi tugas kepada karyawannya untuk melakukan packaging dan langsung mengirim produk tersebut dari sentra-sentra buah ke bandara internasional terdekat.

Misalnya jika buah tersebut berasal dari Bali ia langsung mengeks-por melalui Bandara Ngurah Rai, Denpasar, begitu juga jika asal produk buah tersebut berasal dari Sumatra. Namun untuk produk dengan tujuan ekspor ke Timur Tengah pe-ngiriman dilakukan melalui gudang di Cerebon, kemudian dilanjutkan ke Bandara Soetta, Cengkareng, Jakarta. Salah satu kendala eksportir buah, menurut Ahmad adalah mahalnya biaya cargo pesawat udara. Biaya pengakutannya kadang lebih mahal dari harga buahnya. Belum lagi jika terjadi keterlambatan pe-ngangkutan yang mengakibatkan buah rusak sehingga di komplain oleh pelanggan.

Meski biaya cargo pesawat sangat mahal, namun permintaan buah seperti mangga dan manggis ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan Kawasan Timur Tengah tetap dapat dipenuhi karena selain harganya bagus, yang memiliki buah dengan produk terbaik tersebut hanya Indonesia. Menurut Ahmad, peluang ekspor buah sangat tinggi, karena permintaan terhadap buah-buahan asal Indonesia juga kian meningkat. Bahkan, lanjut Ahmad, justru ia yang kini kesulitan mencari produk karena tidak teraturnya musim di berbagai daerah.

Meski baru mengeksport beberapa jenis buah ke negara-negara Asia saja, tetapi omzet usaha Ahmad tahun 2010 lalu telah mencapai Rp5,5 milyar, dengan laba bersih sebesar Rp828 juta. Sangat prospektif bukan?

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari