Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
MESKI MIKRO, PENGHASILAN JUTAAN PER HARI
Jumat, 17 Mei 2013 09:21 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

 Jangan melihat gerainya, lihatlah omzetnya. Ini cara terbaik untuk mengetahui pebisnis mikro. Lapak-lapak kerupuk di pasar, penjual kue, atau pedagang bakso dan bubur ayam di sekitar lingku-ngan anda omzetnya jutaan per hari. Karena itu jangan anggap remeh bisnis kaki lima.
    Pedagang bubur Ayam Palapa yang setiap hari berjualan di dekat Lapangan Palapa Pasar Minggu, Jakarta Selatan pembeli silih berganti berdatangan. Rata-rata pembeli selalu minta dibungkuskan untuk anggota keluarganya.
    “Mau yang lengkap atau biasa”, itulah respon pertama dari karyawan yang melayani pemesan bubur. Sepertinya para pelanggan sudah biasa sarapan bubur di situ. Kursi yang disediakan yang ditata berderet  menghadap meja panjang dengan view lapangan sepak bola di Kawasan Kompleks Perumahan, Palapa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan merupakan penataan khas pedagang PKL, tidak pernah kosong, kursi yang diduduki pun antri.
    “Kami biasanya melayani pembeli antara 500 sampai 600 porsi setiap hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu bisa 800 porsi ” ujar Sholihin, pengelola Bubur Ayam Palapa yang kami wawancarai.
    Dengan harga rata-rata Rp10 ribu plus lauk sate dan minumannya berarti setiap hari rata-rata omset bubur ayam tersebut mencapai  Rp5 juta per 4 jam. Anggaplah persiapan pembuatan bubur juga dihitung selama 4 jam juga, artinya total jam kerja pedagang bubur tersebut adalah 8 jam.
    Hampir sama seperti penjual bubur  ayam yang laris, bisnis makanan yang tak kalah  ‘gurihnya’ adalah bisnis bakso.  Jenis makanan ini tak kalah banyak pengemarnya dengan produk kuliner lainnya. Seperti yang di jumpai oleh tim WK, Bakso Rahayu, Komplek Rawa Bambu , Pasar Minggu, Jakarta Selatan setiap hari hanya buka dari jam 16.00 sampai jam 21.00, artinya maksimal jam bukanya hanya 5 jam saja setiap hari,  namun memiliki omzet yang  luar biasa.  Setiap hari pemilik usaha usaha tersebut mampu menghabiskan 600 porsi bakso. Apabila harga bakso Rp10 ribu per porsi plus teh botol Rp3000 sebagai teman minumnya,  maka omset setiap harinya mencapai Rp7 juta lebih. Dalam menjalankan usahanya-pun tidak memerlukan pegawai yang banyak, cukup sang pemilik di bantu istrinya. Dari hasil usaha bakso tersebut ia mampu membiayai anaknya untuk kuliah, mobil dan memilih rumah mewah.


Penghasilan Jutaan
    Cerita serupa juga dikisahkan Muhammad Iqbal Satrio Utama dan istrinya Intan Fransiska. Suami istri asal Depok, Jawa Barat ini sejak tahun 2008 lalu membuat usaha produk aneka risoles dan aneka kue basah.
    Awal usahanya, menurut Intan hanya coba-coba saja. Ia suka membuat camilan untuk anaknya. Ia kemudian mencoba menjual di sekolah dan ternyata banyak peminatnya.
    Setelah beberapa bulan membuat kue risoles dari rumah, Fransiska ingin mencoba ‘berperang di arena  yang sesungguhnya’. Ia menyewa lapak kaki lima di Kawasan Kue Subuh Blok M, Jakarta Selatan. Dan dari tempat sederhana inilah bisnisnya mulai ‘bercerita’.
    Kawasan Kue Subuh, Blok M, Jakarta Selatan ini merupakan sentra grosir kue-kue basah terbesar di Jakarta. Suaminya yang setahun lalu bekerja sebagai karyawan di sebuah kantor elit di kawasan Sudirman diajaknya serta untuk membantunya. Empat orang karyawan masih kuwalahan untuk membantunya.  
     Agar dapat lebih efisien bekerja di lapak, Intan membuat  adonan kuenya di rumah. Di Pasar Subuh Blok M tersebut ia tinggal menggoreng dan memajang produknya dan siap diserbu oleh para pemilik toko kue, pemilik catering dan kios-kios kue yang menjadi pelanggan tetapnya.
    “Saya biasa membawa 3000 – 6000 kue setiap hari. Harganya bervariasi dari harga Rp1500 hingga Rp3000 per buah,” ujarnya.
    Setiap hari omzet usaha Intan yang berada di Lapak tersebut tak kurang dari Rp5-10juta perhari. Bahkan omzet tersebut belum termasuk pesanan langsung yang datang ke rumahnya. Sebagian besar pemesan langsung adalah pemilik toko kue, dan memberi merek sendiri dari kue yang dipesannya.
    “Mereka pesan ke kami, tetapi menggunakan merek mereka sendiri. Bagi saya tidak apa-apa, mereka memang memiliki jaringan distribusi sementara saya tidak, dan menurut saya hal itu adalah bentuk kerjasama yang saling menguntungkan,” ujar Intan.
    Untuk membedakan kue buatannya dengan produk lainnya, Intan lebih menekankan kualitas produknya, terutama kualitas mayones yang digunakan. Ini adalah resep sendiri yang ia miliki. Ingin mencoba, silakan kontak ke Handphonenya 087877268937. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari