Tanggal Hari Ini : 22 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kain Tapis yang Kian Memikat
Senin, 23 Januari 2017 08:15 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Kain Tapis mungkin masih asing bagi sebagian orang. Kain asal Lampung yang berbentuk sarung ini banyak digunakan oleh masyarakat asli Lampung sebagai pelengkap pakaian adat yang masih lestari hingga kini.
Kain Tapis terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam. Motif lain yang sering digunakan antara lain motif alam, flora dan fauna. Cara pembuatan kain tapis masih dilakukan secara sederhana, dan sebagian besar dilakukan oleh para ibu rumah yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral.
Karena pembuatannya yang rumit dan membutuhkan waktu berhari-hari, kain tapis sejak zaman dahulu sudah merupakan barang yang mahal, dan sering dijadikan sebagai barang hadiah atau barang persembahan sejak zaman kerajaan.
Pada tahun 1980an – 1990an usaha kerajinan masyarakat yang membuat kain tapis di Lampung mengalami pertumbuhan yang sangat menggembirakan, namun sejak krisis moneter menerpa Indonesia pada tahun 1997, ketika harga benang emas dan bahan baku pembuatan kain tapis meningkat harganya, kain tapis mulai menjadi barang langka dan sangat mahal harganya.
Yanti Farida (56) pemilik Yanti Art & Craft yang berdomisili di Kampung Sawah Lama, Tanjung Karang, Bandar Lampung ini adalah bagian dari matarantai bisnis kain tapis di Lampung.
Meski harga kain tapis terus meningkat harganya setiap tahun karena biaya pembuatan dan bahan-bahan yang semakin mahal, namun peminat kain tapis Lampung tak pernah surut. Sebagian besar kain tapis digunakan untuk pakaian pelengkap pesta adat atau kelengkapan upacara adat, namun sebagian yang lain banyak yang menjadikan sebagai koleksi pribadi.
“Saya melihat bahwa kain tapis ini merupakan produk yang sangat khas sehingga masih tetap ada peminatnya, terutama masyarakat asli Lampung, dan masyarakat pecinta kain tradisional,” cetusnya.

Yanti Farida, Pengrajin Kain Tapis asal Bandar Lampung, Kain Tapis yang Kian Memikat, Yanti Art & Craft

Yanti Farida, Pengrajin Kain Tapis asal Bandar Lampung


Meski dalam memasarkan produk kain tapis tidak semudah memasarkan jenis fashion lainnya, namun Yanti memiliki kiat khusus untuk memasarkan kain tapis kepada masyarakat. Salah satu cara efektif yang dilakukan adalah mengikuti pameran-pameran, khususnya pameran yang menampilkan berbagai kerajinan dan produk budaya daerah.
Pameran semacam ini banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, dan sebagian ada yang tertarik untuk membeli kain tapis sebagai koleksi. Cara semacam ini merupakan moment yang sangat efektif dalam mempopulerkan kain tapis kepada masyarakat dan generasi muda pada umumnya. Namun sayang kegiatan seperti ini membutuhkan biaya yang cukup mahal terutama untuk biaya transportasi dan sewa stand yang digunakan. Langkah yang paling efektif saat ini yang dilakukan adalah menjual secara online.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari