Tanggal Hari Ini : 22 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Outlet Kuliner di Seputaran Masjidil Haram
Selasa, 24 Januari 2017 06:38 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Saat menunaikan ibadah umrah atau haji, keperluan penginapan, catering, transportasi dan lainnya sebenarnya sudah disediakan oleh biro travel, namun banyak dari para peziarah yang ada di kota Mekkah ingin menikmati sensasi makan diluar dengan beragam menu ala kaki lima yang banyak bertebaran di kota Mekkah. Outlet-outlet kuliner tersebut berjarak kurang lebih 500 meter, berjajar sepanjang jalan menuju Masjid Al Haram.
Mekkah adalah kota besar yang memiliki banyak fasilitas, terutama di musim haji yang memang merupakan masa panen bagi para pedagang. Banyak sekali tempat makan dimana jamaah haji bisa mendapatkan konsumsi yang sehat dan ekonomis.
Secara umum mungkin bisa dibagi lima jenis tempat makan. Pertama, para pedagang makanan Indonesia yang menjajakkan dagangannya di sekitar terminal bis dan pondokan haji Indonesia. Kedua, ada kios-kios makanan kecil India yang tersebar di seantero Mekkah di setiap sudut kota Mekkah. Ketiga, supermarket yang menyediakan makanan berbungkus (roti, biskuit, mie instan, sayuran mentah, bermacam minuman. Keempat, restoran Indonesia, Turki, dan India. Kelima, restoran fast food di food court mal besar seperti Hilton dan Zam-Zam.
Yang pertama ini adalah yang paling populer di kalangan jamaah haji Indonesia. Para pedagang beretnis Madura, Banjar, Jawa ini berstatus pedagang jalanan yang menghamparkan jualannya di trotoar jalan. Tidak ada beda dengan pedagang kaki lima di kota-kota di Indonesia. Yang disediakan adalah berbagai makanan Indonesia dalam bungkusan atau juga berdasarkan pesanan. Ada nasi putih, sayur masak, lauk pauk, krupuk/snack. Rata-rata harga per porsinya adalah 1-2 riyal (1 riyal = Rp 3000-an). Anda mau sayur asem? Sayur bayam? Sate? Sambel goreng ikan teri? Semua pasti ada.
Para pedagang kaki lima itu biasanya berjualan sejak pagi setelah subuh hingga siang hari. Lalu muncul lagi sore menjelang maghrib. Ada sebagian jamaah yang sudah tahu pilihan utama untuk urusan makanan. Sekali makan, dengan nasi putih seharga 2 riyal, sayur 1 riyal, ayam/daging/telur 2 riyal, mereka bilang sudah merasa sangat cukup. Tiap hari juga bisa ganti menu. Kalau mau, bisa tambah krupuk atau bubur kacang ijo panas seharga 1 riyal. Rata-rata menghabiskan 5 riyal per sekali makan atau sekitar Rp 15.000,- an. Cukup ekonomis bukan?

Outlet Kuliner di Seputaran Masjidil Haram, Perniagaan Di Sekitar Masjidil Haram, mekkah, Masjid Nabawi, pengusaha di arab saudi

Pilihan kedua adalah berbagai kios makanan yang biasanya menyediakan makanan ala Arab atau India. Ini juga pilihan yang baik. Menurut mereka yang pernah merasakan berbagai macam aneka menu masakan yang paling pas dengan lidah kita adalah kebab, roti Arab ala hotdog yang berisi oseng-oseng sayur dan daging sapi/ayam. Harganya sekitar 3-4 riyal per unit. Biasanya ditandai dengan adanya panggangan kebab bundar yang dipajang di depan kios.

Kebab adalah makanan yang popular dan sudah cukup untuk sarapan atau bahkan makan siang. Tapi banyak jamaah Indonesia yang kurang cocok. Sebab bagi mereka, belum disebut makan kalau belum makan nasi.
Di kios-kios yang tidak menyediakan meja untuk makan pembeli ini juga tersedia berbagai menu prasmanan. Dan itu bisa dibeli dan dimasukkan ke dalam kotak nasi styroform besar. Pesan nasi briyani atau kebuli, gulai kambing atau yang lain, tarif umumnya berkisar 5-10 riyal gabungan semuanya. Banyak sekali pilihannya yang dijamin menggoyang lidah jamaah Indonesia. Apalagi di Indonesia jenis makanan ini tergolong mewah.
Aneka minuman pun tersedia komplet. Seperti minuman dari grup Pepsi. Mulai dari Pepsi Cola, Miranda atau Mountain Dew. Harganya 1 riyal per kaleng. Bisa juga memilih minuman “cai”, teh susu panas ala Arab yang bergizi. Harganya 2 riyal per gelas. Kalau air putih? Ini tentu saja free untuk the best water in the world, yaitu air zam-zam. Tapi anda harus “menimba” sendiri di Masjidil Haram, masukkan botol dan membawa sendiri secukupnya.Nah, rata-rata semua toko, bahkan kios-kios kecil telah menyediakannya dalam bentuk kemasan, mirip kemasan merek Aqua.
Kios-kios kecil itu tersebar di banyak lokasi di sekitar Masjidil Haram di berbagai arah. Sangat mudah menemukan kios kecil ini, dan rata-rata penjualnya bisa berbahasa Indonesia. Jadi tak usah khawatir kelaparan selama Anda menunaikan ibadah umrah atau haji di tanah suci. (http://www.cepatnaikhaji.com).

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari